2 Mar 2011

Etika dan Profesional .....TSI....

A. Kode Etik dan Perilaku Profesional

Definisi Kode Etik

Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga profesional. Jadi ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang bukan karena paksaan. Dengan demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri.


Etika profesi pada umumnya
1. Prinsip-prinsip etika profesi
Ada 3 prinsip yang berlaku untuk semua profesi pada umunya:
a. setiap orang yang mempunyai profesi tertentu diharapkan selalu bersikap bertanggung jawab dalam dua arah:

1) Kita diharapkan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang kita lakukan
dan terhadap hasilnya.
2) Kita harus betanggung jawab terhadap dampak perkerjaan kita pada
kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya
b. Hormat terhadap hak orang lain (keadilan)
Setiap orang professional tidak boleh melanggar hak orang lain dan harus menghargai orang lain atau pihak lain atau lembaga Negara.

c. Otonomi
Prinsip ini menuntut agar setiap orang professional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya, dengan pegangan kode etik profesionalnya.

2. Moralitas profesi luhur
Ada 3 ciri kepribadian moral yang dituntut dari pemegang profesi luhur:

a. Berani berbuat dengan bertekad
Tuntutan profesi dimana harus memiliki kepribadian moral yang kuat meskipun ia ditekan atau diancam.

b. Kesadaran berkewajiban
Dalam menjalankan profesinya yakin bahwa ia berkewajiban, berarti untuk tidak menyeleweng sedikitpun dari tuntutan profesinya.

c. Idealisme
Tuntutan etika profesi luhur hanya bisa dipenuhi oleh orang yang memiliki idealisme. Idealisme dalam arti bahwa ia sungguh-sungguh tanpa pamrih, mau melayani semua jalur profesinya.

Contoh Pelanggaran Etika seorang professional pada bidang kedokteran :
Kasus "Doctor Death"
Dr. Jack Kevorkian dijuluki "Doctor Death", seperti dilaporkan Lori A. Roscoe [35]. Pada awal April 1998, di Pusat Medis Adven Glendale, California diduga puluhan pasien telah "ditolong" oleh Kevorkian untuk mengakhiri hidup. Kevorkian berargumen apa yang dilakukannya semata demi "menolong" pasien-pasiennya. Namun, para penentangnya menyebut apa yang dilakukannya adalah pembunuhan.


B. Ten of Commandements of Etics

Sepuluh Perintah untuk Etika Komputer Dari Institut Etika Komputer
1. Jangan menggunakan komputer untuk membahayakan orang lain.
2. Jangan mencampuri pekerjaan komputer orang lain.
3. Jangan mengintip file orang lain.
4. Jangan menggunakan komputer untuk mencuri.
5. Jangan menggunakan komputer untuk bersaksi dusta.
6.Jangan menggunakan atau menyalin perangkat lunak yang belum kamu bayar.
7. Jangan menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa otorisasi.
8. Jangan mengambil hasil intelektual orang lain untuk diri kamu sendiri.
9. Pikirkanlah mengenai akibat sosial dari program yang kamu tulis.
10. Gunakanlah komputer dengan cara yang menunjukkan tenggang rasa dan rasa penghargaan.

Contoh pelanggaran :
- Munculnya “pembajakan” lagu dalam format MP3, yang kemudian disertai dengan tempat tukar menukar lagu seperti Napster (Napster sendiri kemudian dituntut untuk ditutup dan membayar ganti rugi) oleh asosiasi musik.


C. Code of Etics & Standars of Conduct

Standards of conduct (standar perilaku) dibuat untuk menciptakan kedisiplinan sikap dan perilaku karyawan terhadap tugas-tugas yang diberikan sesuai jabatannya. Peraturan juga dibuat untuk menciptakan sebuah hubungan kerja yang baik, menentukan kewajiban serta hak karyawan kepada perusahaan. Begitu pun, sebaliknya.

Dengan ditetapkannya peraturan karyawan, diharapkan mampu mewujudkan serta menciptakan kenyamanan dalam bekerja. Dengan demikian, produktivitas kerja karyawan akan maksimal sehingga dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi kedua belah pihak. Peraturan karyawan mencakup hal-hal berkaitan dengan pekerjaan.

Standar yang diterima secara umum membantu melakukan menjaga hubungan baik di tempat kerja, dan mempromosikan baik tanggung jawab dan pengembangan diri. Anda menghindari kesalahpahaman, friksi dan masalah lainnya dengan menghindari tindakan dipikirkan atau salah.

Contoh pelanggaran :
Melakukan interferensi terhadap sistem teknologi informasi atau kegunaan lainnya dan sistem tersebut, termasuk mengkonsumsi sumber daya dalam jumlah yang sangat besar termasuk ruang penyimpanan data (disk storage), waktu pemrosesan, kapasitas jaringan, dan lain-lain, atau secara sengaja menyebabkan terjadinya crash pada sistem komputer melalui bomb mail, spam, merusak disk drive pada sebuah komputer PC milik Universitas, dan lain-lain).

sumber;

-http://www.trihartanto.web.id/me/news/PELANGGARAN-ETIKA-SEORANG-PROFESIONAL-TEKNOLOGI-INFORMASI-TI.html
- www.digitalkafe.com
- http://id.wikipedia.org/wiki/Eutanasia